Rabu, 18 November 2015

Tulisan 5 : Apa itu Natural User Interface?



Tom Cruise Is Awesome

Sejarah Singkat Dunia User Interface

Pada era 70’an, komputer hanya berfungsi sebagai alat besar untuk menghitung. Mempercepat dan mempermudah operasi-operasi yang bila dilakukan secara manual akan menghabiskan waktu yang melelahkan. Fungsi komputer yang mendasar namun berjasa ini dapat berjalan karena adanya komunikasi antara manusia dengan komputer. Manusia dapat menciptakan dan memberikan perintah yang diinginkannya, lalu komputer menjalankannya. Media antarmuka yang diciptakan untuk mengakomodir hubungan ini adalah command line interface (CLI). Antarmuka ini menggunakan pengetikan kode-kode perintah sebagai metode utamanya dalam berkomunikasi. Di era tersebut, metode ini dianggap sebagai pencapaian yang signifikan dalam perkembangan industri teknologi. Namun, bila kita melihat ke belakang antarmuka ini bersifat kurang alami agar dapat digunakan oleh orang awam; adanya keperluan penguasaan ilmu yang banyak dan mendalam karena CLI memiliki cara khas penggunaan yang rumit, keterbatasan penggunaan kepada beberapa fungsi tertentu saja, dan memerlukan kejelian agar perintah dapat terbaca karena terjadinya satu salah ketik.

Pada awal era 80’an, sebuah perkembangan yang drastis telah kembali terjadi. Sebuah antarmuka baru telah lahir dari rahim dunia ilmu interaksi komputer dengan manusia, yaitu Graphical User Interface (GUI). Selain itu, pendekatan GUI ini juga sering disebut dengan Metaphorical User Interface (MUI). Antarmuka ini memberikan pengalaman yang lebih alami dan kesan yang menarik secara emosional bagi pengguna dalam berinteraksi dengan komputer. Antarmuka ini memanfaatkan simbol-simbol metaforikal yang dimaksud untuk mewakili objek asli di dunia nyata agar mempermudah pemahaman setiap objek dalam sistem.  Metode ini memberikan akses mudah bagi orang awam untuk mengoperasikan komputer personal, karena GUI memberikan kemampuan untuk ‘melihat’ ke dalam dunia komputer, menciptakan suatu lingkungan virtual untuk diselami pengguna, dan memberikan respon visual yang muncul secara langsung.

Selama sekitar 40 tahun, cara kita menggunakan komputer desktop tidak mengalami perubahan yang signifikan. Kita telah mengikuti diktasi kekuasaan monitor-keyboard-mouse sejak awal tahun 1980 sampai 2014. Namun, para pengembang teknologi saat ini telah menemukan solusi untuk menciptakan antarmuka yang lebih ramah dan menarik untuk digunakan oleh kalangan umum, dan hasilnya adalah yang dinamakan dengan Natural User Interface (NUI).

NUI Evolution

Definisi Natural User Interface (NUI)

NUI adalah sebuah pendekatan baru dalam dunia interaksi manusia dan komputer yang memiliki input alami. Meskipun pendekatan ini masih mengadopsi bentuk output dari MUI; yaitu menggunakan simbol metaforikal untuk menggambarkan dunia virtual, namun memiliki metode penerimaan input yang berbeda. Antarmuka ini memiliki perbedaan dalam meminimalisir durasi dan beban pembelajaran oleh sang pengguna dalam mengoperasikan komputer. Pendekatan ini hanya memerlukan proses pembelajaran kecil, bagi pengguna dalam percobaannya yang pertama kali, dan diharapkan seorang pengguna yang berkembang dari titik seorang pemula sampai titik sang ahli memiliki beban dan durasi sekecil mungkin.

Kecilnya beban belajar untuk menguasai antarmuka ini menginspirasi pemilihan kata  ‘natural’, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kata ‘alami’, untuk mendefinisikan teknologi ini. Kata ‘alami’ memiliki arti bahwa seseorang dapat melakukan suatu kegiatan secara langsung, dengan perlu sedikit mempelajarinya terlebih dahulu. Dengan NUI, pengguna dapat mengoperasikan sistem seolah mereka memang ditakdirkan untuk itu. Hal ini dapat direalisasikan dengan mengadopsi kebiasaan dan tingkah laku yang melekat secara alamiah pada manusia dan memanfaatkannya sebagai metode input untuk mengoperasikan sistem.

NUI memiliki kemiripan dan perbedaan dengan Intuitive Interface (II). II memiliki perbedaan di jumlah beban pembelajaran yang dimiliki dengan NUI. II tidak memerlukan adanya proses pembelajaran apapun bagi pengguna untuk dapat mengoperasikan sebuah sistem. Intuitive Interface memang dirancang memanfaatkan gesture kebiasaan sehari-hari manusia, yang tanpa perlu mempelajari apapun lagi sebagai metode input.

3 Komponen dari Natural User Interfaces

Menurut PivotLabs (http://pivotallabs.com/the-future-of-uiux-the-natural-user-interface/), seiring berjalannya waktu dan terutama melalui gelombang revolusi era ini, perangkat keras akan semakin menghilang dari kehidupan sehari-hari kita. Teknologi akan menjadi ‘tambahan’ tanpa kelim dalam kehidupan kita sehingga membuat gaya hidup kita semakin empowered tanpa memberikan beban tambahan. Sebagai contoh, Google Glass memiliki tujuan untuk membebaskan kita dari perlunya berinteraksi dengan dunia sebuah komputer personal, namun dengan melalui lapisan antarmuka yang tidak mengganggu pada penglihatan kita. Ini adalah fungsi teknologi sebagai pendukung bagi fungsi alamiah manusia.

·      Invisible Computing

Invisible Computing adalah saat perangkat keras telah menghilang secara virtual dan teknologi telah menjadi satu secara mulus dengan kebiasaan/fungsi manusia sehari-hari.

·      Supportive Computing

Supportive Computing adalah teknologi yang mendukung fungsi natural seorang manusia, dibandingkan dengan membutuhkan manusia untuk beradaptasi dengan fungsi-fungsi komputer.

·      Adaptive Computing

Adaptive Computing adalah teknologi yang mampu beradaptasi dengan menggunakan machine learning dengna cermat untuk mengenali dan mengartikan pola dari manusia untuk menciptakan hasil dari konteks yang berhubungan.

Contoh dari Natural User Interface

Menurut TechTarget (http://whatis.techtarget.com/definition/natural-user-interface-NUI),  ada beberapa jenis NUI yang telah dikembangkan sampai saat ini, yaitu:

·      Touch Screen

Antarmuka layar sentuh membuat pengguna berinteraksi dengan aplikasi secara lebih intuitif daripada menggunakan antarmuka berbasis cursor karena antarmuka ini memiliki kesan lebih ‘langsung’. Dibandingkan dengan harus menggunakan cursor untuk memilih dan membuka sebuah file, sebagai contoh, pengguna dapat dengan langsung menyentuh gambar icon dari file dengan jarinya untuk membukanya. Sebagian besar smartphones dan tablets sudah mengadopsi input macam ini. Sentuhan juga diadaptasi untuk aplikasi yang tidak menggunakan layar sama sekali. Sebagai contoh, Microsoft sedang mengerjakan antarmuka sentuh yang bernama “skinput”, yang mengizinkan pengguna untuk berinteraksi dengan menyentuh kulitnya sendiri.

·      Gesture Recognition

Gesture Recognition adalah antarmuka yang dapat mengenali gerak-isyarat seorang manusia dan mentranslasikan gerakan tersebut sebagai instruksi yang dapat dipahami oleh komputer. Sistem permainan Nintendo Wii dan PlayStation Move memanfaatkan joystik berbasis accelerometers dan gyroscope untuk mengenali, kemiringan, perputaran dan akselerasi. Sebuah jenis NUI yang lebih intuitif dilengkapi dengan kamera dan aplikasi dalam perangkat kerasnya. Sebagai contoh, Kinect dari Microsoft, adalah sebuah sensor untuk Xbox 360 yang mengizinkan pemain berinteraksi menggunakan gerakan badan dan perintah ucapan. Kinect mengenali badan dan suara dari tiap pemain. Gesture recognition juga dapat digunakan untuk berinteraksi dengan komputer.

·      Speech Recognition

Speech recognition mengizinkan pengguna berinteraksi dengan sistem melalui perintah-perintah yang diucapkannya. Sistem mengidentifikasi kata-kata dan frase yang terucap, dan mentranslasikannya menjadi format yang dapat dibaca oleh komputer sebagai metode interaksi. Beberapa aplikasi speech recognition yang sudah ada, adalah pengoperan panggilan, speech-to-text, dan komputer hands-free dan operasi dalam telephon genggam. Terkadang, speech recognition juga digunakan untuk berinteraksi dengan embedded system. 

·      Gaze-tracking Interface

Antarmuka gaze-tracking mengizingkan pengguna untuk menavigasi dalam sebuah sistem dengan menggunakan gerakan mata. Pada bulan Maret 2011, Lenovo mengumumkan bahwa mereka telah memproduksi laptop pertama yang dapat dikontrol dengan mata. Sistem Lenovo ini menggabungkan sumber cahaya inframerah dengan kamera untuk menagkap pantulan kilauan dari mata pengguna. Perangkat lunak Lenovo mengkalkulasi area dari layar yang sedang dilihat dan menggunakan data tersebut sebagai metode input.

·      Brain-machine Interface

Antarmuka brain-machine mampu membaca sinyal saraf dan menggunakan perangkat lunak untuk mentranslasikannya menjadi instruksi. Antarmuka ini memungkinkan seseorang yang lumpuh untuk mengoperasikan sebuah komputer, seperti kursi roda elektronik atau kaki palsu melalui pikirannya.


Apa Arti Semua Ini Bagi Para Desainer UX/UI?

Semakin teknologi berkembang, hal ini mendorong para desainer UX/UI untuk selalu siap siaga beradaptasi dengan sesuai. Namun menurut banyak desainer UX/UI, untuk dapat menjadi pemimpin dalam industri kita harus selalu mendiskusikan dan mengevaluasi tren teknologi agar dapat berkembang secara efektif dengan pertumbuhan dan perubahan di industri.

Kita harus meilhat bahwa UX/UI sudah mengalami pertumbuhan yang tak diperkirakan sebelumnya dalam beberapa tahun ini. Hal ini disebabkan oleh para desainer yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Seiring mereka diperkenalkan dengan tantangan baru, mereka akan berfikir mengenai hubungannya dengan pengalaman alami manusia diluar layar yang kita pakai sehari-harinya.

Mungkin suatu saat nanti, akan datang saat layar komputer sudah tidak diperlukan lagi. Mungkin suatu hari kita semua akan menggunakan antarmuka yang berbasis manusia, yang tidak bisa dibuat mock-upnya di Photoshop. Namun sampai hari itu datang, kami desainer UX/UI akan selalu siap untuk menemui tantangan baru — membayangkan dan merancang untuk masa depan teknologi.

Beberapa Projek NUI Yang Sedang Berkembang

Beberapa projek atau riset mengenai NUI yang sedang berjalan saya terterakan dibawah ini. Apabila diantara para pembaca ada masukan mengenai projek lain, silahkan masukkan di komen. Akan saya masukkan di post ini ASAP, terima kasih.
  • Intel RealSense

    Proyek dari Intel yang memanfaatkan kamera 3D khusus dan perangkat lunaknya untuk mendeteksi gerak-isyarat yang dilakukan pengguna dalam dimensi 3D dan kata-kata yang diucapkan oleh pengguna untuk ditranslasikan sebagai intruksi komputer
    source: http://www.intel.com/content/www/us/en/architecture-and-technology/realsense-depth-technologies.html
  • Microsoft Research – Skinput

    Teknologi yang mengizinkan pengguna menyentuh kulitnya sendiri untuk berinteraksi dengan sistem. Teknologi ini memanfaatkan getaran mekanis yang merambat di badan, yang muncul saat sentuhan kulit terjadi. Sebuah gelang khusus akan mendeteksi getaran tersebut yang kemudian digunakan sebagai data untuk menentukan lokasi asal sentuhan pada kulit. 
  •  
    sumber : http://uniteux.com/apa-itu-natural-user-interface/

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons