Sabtu, 06 April 2013

EBEG BANYUMASAN



EBEG BANYUMASAN









Disusun oleh   
NAMA          :  Desrian Prima Guna

NPM            : 11112897

KELAS        : 1KA19




Kata pengantar
 
Puji syukur kehadirat allah swt  yang  telah memberikan segala – galanya baik berupa iman, rizki dan kesehatan. Sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. juga  berkat kedua orang tua saya yang selalu mendoakan agar selalu dijaga dan dilindungi oleh allah swt. Berkat itulah semua makalah ini dapat diselesaikan . makalah kali ini saya ingin memperkenalkan ebeg atau ada yang bilang kuda lumping dari daerah banyumasan jawa tengah. Mari kita jaga dan lestarikan budaya kita.  


Pendahuluan

      A. Latar belakang
  
    Karena perkembangan jaman dan globalisasi yang menyebabkan mudahnya masuk budaya luar , sehingga budaya sendiri yang kurang modern tersingkirkan oleh budaya asing. Padahal banyak turis asing yang datang ke indonesia untuk menikmati dan mempelari budaya kita, massa kita sebagai pemilik budaya tersebut malah melupakannya. Bukankah kita akan bangga jika budaya kita sendiri dapat tenar di negara orang.

      B.   Maksud dan Tujuan Penulisan

Nah kali ini saya ingin memperkenalkan ebeg atau sering disebut kuda lumping, padahal ebeg beda dengan kuda lumping. Ebeg merupakan kesenian sejenis kuda lumping yang menggunakan ilmu gaib sebagai sarana keseniannya. Peralatannya yang digunakan ebeg juga hampir sama yang digunakan kuda lumping . karena banyak yang belom tahu tentang ebeg saya ingin memperkenalakan kesenian daerah banyumasan , Jawa tengah ini.



Bab 1
Pengenalan ebeg


Ebeg Merupakan salah satu bentuk tarian rakyat yang berkembang di daerah banyumas. Jenis tarian ebeg terdapat juga di luar daerah Banyumas khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan nama yang berbeda yaitu ada yang menyebut Jarang Kepang, Kuda Lumping, dan Jathilan. Di Ponorogo disebut Reog. Walaupun namanya tidak sama namun dilihat dari gerak tari dan peralatan tidak jauh berbeda.

Sejarah ebeg

ebeg merupakan jenis tarian rakyat  yang cukup tua umurnya. Lahir di tengah-tengah rakyat pedesaan dan jauh dari istana. Ada beberapa versi mengenai lahirnya jaran kepang. Masyarakat kediri dan malang umumnya berpendapat bahwa jaran kepang lahir sejak zaman kerajaan Kediri. Atau paling lambat sejak awalnya kerajaan majapahit. Jaran kepang itu lambang kegagahan Raden Panjikudhawenengpati disaat menaiki kuda.
Di daerah ponorogo masyarakat berpendapat lain, ebeg adalah pengembangan dari seni reog. Pendapat masyarakat daerah Tuban dan Bojonegoro lain lagi, mereka cenderung mengatakan bahwa jaran kepang lahir sesudah tewasnya Ranggalawe ketika bertempur melawan Majapahit. Jaran kepang menggambarkan pengikut setia ranggalawe . dan masih ada beberapa versi di daerah lain seperti semarang yang berpendapat ebeg menggambarkan kegagahan tentara islam demak.
Masyarakat Banyumas berpendapat bahwa ebeg dahulunya merupakan tarian sakral yang biasa di ikut sertakan dalam upacara keagamaan. Umurnya sudah sangat tua. Setiap regu jarang kepang terdiri dari 2 kelompok dengan 2 orang pemimpin. Ada dua warna kuda putih dan kuda hitam. Kuda yang berwarna putih menggambarkan pemimpin yang menuju kebenaran sejati. Sedangkan kuda berwarna hitam menggambarkan pemimpin yang menuju kejahatan. Pada trik-trik tertentu dalam permainan kedua pemimpin itu bertemu dan saling menggelengkan kepala. Hal ini menunjukan bahwa antara kebenaran dan kejahatan tak dapat bertemu. Kemudian mundur beberapa langkah, maju lagi sesaat ketemu menggelengkan kepala begitulah seterusnya dengan gerak-gerak lain.



Bab 2
 
STRUKTUR EBEG BANYUMAS
 
Ebeg dapat dipergelarkan di tempat yang cukup luas seperti pelataran, lapangan atau halaman rumah yang luas. Waktu permainan siang hari dan lamanya antara 1- 4 jam. Jumlah penari 8 orang atau lebih dua orang berperan sebagai PenthulTembem. Satu orang sebagai pemimpin dan 7 orang sebagai penabuh gamelan. Jadi 1 group ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih.
Ciri-ciri ebeg banyumas antara lain; memakai mahutha, pakainnya lebih tertutup dan di iringi lagu-lagu banyumasan, Iringan gending-gending tersebut biasanya yaitu : Ricik-ricik, Lung Gadung, Blendhong, Gudril, Eling-eling yang menjadi andalan dalam setiap pentas ebeg banyumasan dan lagu lainnya. 
Ebeg nyata-nyata ada dan merupakan kesenian yang sangat merakyat. jadi kalau mau mengobrak-abrik ebeg tentu akan berhadapan dengan suara rakyat. setuju atau tidak nyata-nyata kesenian ini ada di banyumas dan mau tidak mau harus tetap di lestarikan sebagai warisan budaya banyumas. tetap semangat berkarya dan melestarikan kebudayaan asli indonesia. 

Atraksi



Di dalam suatu sajian Ebeg akan melalui satu adegan yang unik yang biasanya di tempatkan di tengah pertunjukan. Atraksi tersebut sebagaimana dikenal dalam bahasa Banyumasan dengan istilah Mendhem (in trance). Pemain akan kesurupan dan mulai melakukan atraksi-atraksi unik. Bentuk atraksi tersebut seperti halnya: makan Beling atau pecahan kaca, makan dedaunan yang belum matang, makan daging ayam yang masih hidup, berlagak seperti monyet, ular, dan lain-lain.

Alat musik

 

Pertunjukan Ebeg biasanya diiringi dengan alat musik yang disebut Bendhe. Alat musik ini memiliki ciri fisik seperti gong akan tetapi berukuran lebih kecil terbuat dari logam

Perkembangan terkini

Akibat perkembangan budaya di Banyumas dan orentasi suatu seni pertunjukan juga yang dalam tahap awal merupakan sarana ritual telah bergesear pada bisnis seni pertunjukan, pembenahan dalam Ebeg pun segera dilakukan. Penataan pada Ebeg yang dapat meliputi bentuk iringan, penghalusan gerak tari, kostum ataupun propertinya banyak dilakukan oleh seniman Banyumas.


Bab 3
Kesimpulan

Ebeg merupakan kesenian daerah banyumasan, jawa tengah. Ebeg sejenis dengan kunda lumping, kepang dan reog, dalam penggunaan ilmu gaib, alat musik dan alat yang digunakan. Pertujukan ebeg biasanya diiringi dengan alat musik yang disebut bendhe. Jumlah penari 8 orang atau lebih dua orang berperan sebagai PenthulTembem. Satu orang sebagai pemimpin dan 7 orang sebagai penabuh gamelan. Jadi 1 group ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Ebeg biasaanya diadakan pada hari hari besar seperti idul fitri.


Daftar pustaka
http://bms.web.id/berita-205-ebeg-kesenian-tradisional-banyumas.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Ebeg




0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons